Mengenal Ilmu Terapi Bekam

Indonesia kaya akan tumbuhan obat, dan kaya akan berbagai macam pengobatan alternatif seperti akupuntur, hipnoterapi, meditasi, dan terapi bekam. Bekam merupakan Salah satu pengobatan alternatif yang sangat berkembang dimasyarakat umum. Disamping biayanya yang relatif murah, khasiatnya juga sudah di buktikan oleh orang banyak.

Sebelumnya harus tahu apa itu bekam. Apa itu bekam? Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Teknik  membuang toksin dengan mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit ini sudah ada sejak jaman  Rasulullah SAW dan para sahabat. Diperkuatkan dengan beberapa hadis sahih yang menjelaskan mengenai rawatan bekam, ia dikatakan sebagai kaedah yang boleh membantu mengobati segala penyakit.

Pada ribuan tahun dahulu dan pada zaman Nabi Muhammad SAW para praktisi bekam menggunakan sarana tanduk kerbau atau sapi, tulang unta dan gading gajah sebaga alatnya. Berbeda dengan gaya orang Eropa. Mereka menggukan sarana lintah sebagai alat berbekam.

 Pada satu masa, negara perancis melakukan import lintah sebanyak 40juta lintah untuk dibuat bekam. Lintah-lintah tersebut segaja dilaparkan tanpa diberi makan, dengan tujuan ketika di tempelkan ke tubuh, lintah tersebut akan terus menghisap darah. Ketika lintah tersebut sudah kenyak, maka lintah tersebut akan lepas secara sendirinya.

 

JENIS-JENIS BEKAM

BEKAM KERING

Bekam kering juga disebut sebagai bekam angin, metod bekam ini adalah menyedut permukaan kulit tanpa mengeluarkan darah dari dalamnya. Bekam ini biasa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh reumatik dan rasa nyeri yang terjadi di punggung. Bekam jenis ini akan meninggalkan bekas bekam berupa lebam warna merah kehitam-hitaman pada tempat yang dibekam dan akan hilang beberapa hari kemudian.

BEKAM BASAH

Bekam basah adalah sebuah metod bekam yang dilakukan dengan melakukan bekam kering dulu kemudian permukaan kulit yang dibekam dilukai dengan jarum yang disterilkan, kemudian disedut dengan menggunakan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor melalui luka yang dibuat dengan jarum tadi. Biasanya dilakukan selama 3 hingga 5 minit dan tidak boleh lebih dari 9 minit. Penyedutan darah dapat dilakukan sebanyak maksima 7 kali dan tidak boleh lebih. Biasanya pada bahagian yang disedut akan mengeluarkan darah berwarna merah kehitaman dan berbuih.

Selepas berbekam, pada 3 jam yang pertama tidak boleh terkena air dan bekam cara ini juga tidak boleh kerap dilakukan dan diunjurkan jarak waktu selama 3 minggu sekali.

BEKAM API

Kadang disebut sebagai Fire Cupping, seperti namanya bekam ini menggunakan medium api sebagai bahan untk membuat ruangan hampa pada alat penyedut. Bekam ini dilakukan dengan gelas yang direkabentuk khusus untuk membuat ruang hampagas pada kawasan bekam. Udara di dalam gelas dibakar dengan menggunakan kertas atau kapas terbakar dan kemudian gelas akan ditempelkan ke permukaan kulit.

Waktu ideal berbekam

Waktu yang paling ideal untuk melakukan hijamah adalah sebagai berikut:

  • Siklus jam: rentang ± 3 jam sesudah makan,
  • Siklus harian: antara jam 8.00–10.00 atau jam 13.00–15.00,
  • Siklus mingguan: Senin, Selasa dan Kamis,
  • Siklus bulanan: tanggal 17, 19, 21 dari bulan Qomariyah
  • Siklus tahunan: bulan Sya’ban.

Kemudian ada pula pendapat yang menyatakan bahwa berbekam bisa dilakukan kapan saja, ketika darah sudah tidak normal, kebiasaan ini dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hambal

Termuat di dalam atsar bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong, rentang waktu kurang lebih 3 jam sesudah makan, merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit.

Pengarang Al-Qanun, Ibnu Sina berkata: “Dianjurkan untuk tidak berbekam pada awal bulan, karena darah belum bergerak dan bergejolak. Juga tidak di akhir bulan karena darah telah berkurang. Melainkan pada pertengahan bulan di mana darah benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan”.

594 total views, 3 views today

Share This: