Penting,,Pemeriksaan Kesuburan (Semen) Pada Pria

Pemeriksaan Kesuburan (Semen) pada Pria– Menurut survei gangguan kesuburan paling vital adalah faktor dari pria dengan ukuran 50%. Untuk itu pemeriksaan analisis semen pada seorang pria sangat penting untuk dilakukan.

Dari seluruh kasus gangguan kesuburan, faktor pria berperan hingga 50%. Karena itu, pemeriksaan analisis semen pada pria sangat penting untuk dilakukan.

Di zaman modern ini angka gangguan kesuburan atau yang biasa disebut dengan interlititas cukup mendapat banyak perhatian, karena menurut survei, semakin lama kesuburan pria semakin menurun, entah itu di pengaruhi gaya hidup mereka yang tidak sehat atau yang lain.

Gangguan kesuburan pada pria mencapai 12-15% menurut survei pasangan yang aktif secara seksual.

Di negara kita Indonesia ini gangguan kesuburan mencapai 10-15%, ini terjadi pada usia reproduksi antara usia 15 – 49 tahun.

Yang mengejutkan lagi faktor gangguan kesuburan pria berperan hingga 50%, dan selain itu angka 15% diantaranya menunjukkan sebuah gambaran hasil pemeriksaan analisis semen yang tidak normal.

Beberapa gangguan kesuburan pria disebabkan atau kombinasi :

  • Konsentrasi sperma rendah
  • sperma yang buruk atau bisa disebut Motilitas (pergerakan)
  • yang tidak normal atau bisa disebut Morfologi (bentuk)

Dengan tiga uraian di atas terjadi sebuah penanggapan bahwa pemeriksaan analisis semen pada pria dengan gangguan kesuburan penilaian awal yang harus dilakukan.

Menurut penelitian yang dilakukan World Health Organization Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen bahwa ketika melakukan analisis, kesuburan petugas medis akan memberikan informasi secara tertulis dan lisan mengenai proses pengumpulan contoh kepada pasien.

Proses pengambilan sampel harus dimulai dahulu dengan “puasa” ejakulasi selama kurang lebih 2-7 hari. Setelah itu sampel tersebut dikumpulkan menjadi satu dengan ejakulasi dini dan masturbasi ke wadah yang bersih, mempunyai mulut lebar, yang terbiat dari kaca, plastik juga bisa atau bahan apa saja yang aman terhadap sperma.

Kemudian semua sampel dibawa ke laboratorium kurang lebih dalam waktu 1 jam pada suhu 20° C-37° C kemudian dilakukan proses analisis semen.

Berapa Nilai Normal Hasil Pemeriksaan Analisis Semen?

Kemudian proses dilakukan, hasil analisis semen diklarifikasi menurut nreferensi nilai normal untuk parameter semen dari WHO atau badan kesehatan dunia pada tahun 2010.

Dan ini adalah referensi normal hasil pemeriksaan semen:

  • Volume: 1,5 mL (±= 1,4-1,7)
  • Konsentrasi sperma: 15 juta spermatozoa/mL (±= 12-16)
  • Total jumlah sperma: 39 juta spermatozoa per ejakulasi (±= 33-46)
  • Morfologi: 4% dari bentuk yang normal (±= 3-4)
  • Viabilitas: 58% hidup (±= 55-63)
  • Motilitas progresif: 32% (±= 31-34)
  • Jumlah (progresif + motilitas non progresif): 40% (±= 38-42)

Pemeriksaan kesuburan sangat pentng, Apabila terdapat hasil yang tidak normal pada analisis semen, solusi yang baik adalah konsultasi secepatnya dengan dokter spesialis kebidanan atau kandungan, hal ini dilakukan untuk mengetahui tatalaksana yang tepat. Ini akan lebih cepat jika Anda sesegera mungkin ingin mendapatkan momongan.

1,083 total views, 1 views today

Share This: